Adiksi : Penghujung Musim
Di bawah langit yang terus berganti warna, aku telah memahat sebuah janji yang tidak akan terkikis oleh jam yang berdetak. Dunia boleh saja lelah dan memilih untuk berhenti berputar, atau musim-musim boleh saling sikut untuk berganti rupa, namun langkahku telah terpaku di titik ini. Aku adalah saksi bisu yang memilih untuk tidak beranjak, menjadi jangkar di tengah arus waktu yang menderu, hanya demi memastikan bahwa saat kamu menoleh nanti, kamu akan menemukan sosok yang sama, yang masih menunggumu dengan ketulusan yang tidak berkurang sedikit pun. Kesetiaanku bukanlah sesuatu yang megah, ia serupa bintang-bintang di pekat malam, terkadang terhalang mendung, namun keberadaannya mutlak dan tak pernah padam. Waktu yang kita habisakan bersama bukanlah sekadar debu yang hinggap lalu hilang, melainkan mimpi yang terjaga dalam setiap helas napasku. Bahkan saat angin dingin menusuk kulit, aku masih bisa meraba sisa kehangatanmu yang tertinggal di sela jemariku, seolah-olah jiwamu telah men...