Paradoks Sosial : III
Manusia akan tiba di suatu persimpangan ketika mempertahankan kehidupan berarti mengkhianati sesuatu yang selama ini disebut sebagai kemanusiaan. Segala ajaran tentang kebaikan, kejujuran, dan belas kasih perlahan kehilangan wibawa ketika berhadapan dengan kenyataan yang tidak mengenal belas kasihan. Dunia tidak selalu memberikan penghargaan kepada mereka yang berbuat benar, sebagaimana penderitaan tidak selalu menjadi ganjaran bagi mereka yang berbuat salah. Di tengah ketimpangan semacam itu, manusia mulai memahami bahwa moralitas yang diagungkan sejak kecil belum tentu mampu menjadi perisai ketika kehidupan menuntut pengorbanan yang nyata. Kebaikan sering kali diajarkan sebagai kodrat, seolah-olah manusia dilahirkan dengan hati yang bersih dan hanya keadaan tertentu yang membuatnya menyimpang. Namun, pandangan tersebut mengabaikan kenyataan bahwa kebaikan juga merupakan kemewahan yang membutuhkan ruang untuk tumbuh. Seseorang dapat memilih kejujuran ketika kebohongan tidak menawarkan...