Ikan Asin
Barangkali nanti, setelah segala hiruk-pikuk selesai dan hidup tidak lagi meminta terlalu banyak dari kita, akan ada sebuah rumah yang tidak perlu megah untuk terasa cukup. Sebuah halaman dengan sayur-mayur yang tumbuh sedikit berantakan, tanaman hias yang dirawat dengan kesabaran, dan tanah yang sesekali masih menempel di kaki. Di suatu sudut mungkin ada kandang, dengan seekor kuda yang entah bagaimana menjadi bagian dari kehidupan yang dulu hanya berani dibicarakan sebagai angan-angan dan ditertawakan. Mungkin akan ada sebuah truk dua kabin terparkir di depan rumah. Bukan sesuatu yang sangat mewah, hanya kendaraan yang pernah kita bayangkan bersama ketika hidup masih sibuk mengejar banyak hal. Akan ada bekas lumpur di rodanya, suara mesin yang kadang mengganggu pagi, dan barang-barang yang perlu diangkut untuk pekerjaan yang membuat tangan sedikit kotor. Lucu rasanya membayangkan bahwa sesuatu yang begitu sederhana pernah menjadi salah satu alasan untuk terus berjalan. Kita mungkin t...