Posts

Showing posts from September, 2026

Ikan Asin

Barangkali nanti, setelah segala hiruk-pikuk selesai dan hidup tidak lagi meminta terlalu banyak dari kita, akan ada sebuah rumah yang tidak perlu megah untuk terasa cukup. Sebuah halaman dengan sayur-mayur yang tumbuh sedikit berantakan, tanaman hias yang dirawat dengan kesabaran, dan tanah yang sesekali masih menempel di kaki. Di suatu sudut mungkin ada kandang, dengan seekor kuda yang entah bagaimana menjadi bagian dari kehidupan yang dulu hanya berani dibicarakan sebagai angan-angan dan ditertawakan. Mungkin akan ada sebuah truk dua kabin terparkir di depan rumah. Bukan sesuatu yang sangat mewah, hanya kendaraan yang pernah kita bayangkan bersama ketika hidup masih sibuk mengejar banyak hal. Akan ada bekas lumpur di rodanya, suara mesin yang kadang mengganggu pagi, dan barang-barang yang perlu diangkut untuk pekerjaan yang membuat tangan sedikit kotor. Lucu rasanya membayangkan bahwa sesuatu yang begitu sederhana pernah menjadi salah satu alasan untuk terus berjalan. Kita mungkin t...

Tempe

Aku tidak tahu tepatnya kapan semuanya berubah. Mungkin sejak pertama kali dia mendengarkan tanpa mencoba memotong cerita yang terlalu panjang. Mungkin dari senyum kecil yang muncul setelahnya, seolah segala kekacauan di kepalaku tidak terlalu merepotkan untuk diterima. Atau mungkin sejak tangan itu, dengan malu-malu, mencari tanganku lalu menggenggamnya sebentar. Sesederhana itu, tetapi entah mengapa sesuatu di dalam diriku mengingatnya jauh lebih lama daripada seharusnya. Sebelum dirinya datang, hidupku seperti gemuruh yang tidak pernah selesai. Pikiran berlari ke mana-mana, malam terasa terlalu panjang, dan ada begitu banyak hal yang ingin dikeluarkan tetapi tidak pernah menemukan telinga untuk menetap. Aku sudah terlalu terbiasa menyimpan semuanya sendiri sampai lupa bagaimana rasanya ketika seseorang benar-benar ingin tahu apa yang terjadi di dalam kepalaku. Lalu dia datang seperti gerimis, tidak membawa jawaban apa pun. Hanya mendengarkan dan untuk pertama kalinya setelah sekian ...

Tahu

Dirinya, yang tampaknya sudah berdamai dengan banyak hal, padahal mungkin hanya terlalu pandai menyimpan suara-suara yang tidak pernah sempat keluar. Ada senyum yang datang pada waktu yang tepat, tawa yang tahu kapan harus terdengar, dan jawaban sederhana untuk pertanyaan yang sebenarnya terlalu dalam untuk dijawab. Mungkin beberapa kesedihan memang tumbuh paling rapi ketika tidak pernah diberi nama. Tidak menangis bukan berarti tidak basah, kadang sesuatu hanya belajar mengering sebelum sempat terlihat. Hal-hal yang mungkin masih tinggal di sudut tertentu: nama yang tidak lagi disebut, tempat yang sengaja dilewati, percakapan lama yang sesekali muncul tanpa diundang. Namun hari tetap diisi sebagaimana mestinya. Urusan diselesaikan, orang-orang ditemani, tawa tetap diberikan pada hal-hal kecil, minum teh, minum kopi, makan tahu. Seolah tidak pernah ada bagian dari malam yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dilalui. Mungkin bukan karena semuanya telah selesai, melainkan karena bebera...

Whiskey Tales : Tempat yang Salah

Bar itu tidak benar-benar sepi. Musik mengalun terlalu pelan, gelas sesekali beradu, dan manusia-manusia di dalamnya sibuk dengan alasan masing-masing untuk berada di sana. Sebagian datang untuk merayakan sesuatu, sebagian untuk melupakan sesuatu, dan sebagian lainnya mungkin sudah tidak peduli lagi mengapa mereka datang. Aku termasuk yang terakhir. Aku duduk sendirian di depan segelas minuman berwarna cokelat tua, bukan karena haus, melainkan karena ada jenis kekosongan yang terkadang membutuhkan sesuatu untuk memenuhi tangan agar kepala tidak terlalu sibuk mengisinya dengan kenangan. Seorang pria kemudian duduk di sebelahku. Pakaiannya masih menyisakan kesan seorang pekerja kantoran yang baru saja keluar dari hari yang panjang. Ia memesan minuman dengan warna yang sama. Kebetulan kecil itu menjadi awal dari percakapan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Kami berbicara tentang hal-hal ringan, sampai akhirnya ia bercerita tentang pekerjaannya; tentang dunia yang dari luar terlihat pr...

Whiskey Tales : Teori

Bar itu tidak benar-benar sepi. Musik mengalun terlalu pelan, gelas sesekali beradu, dan manusia-manusia di dalamnya sibuk dengan alasan masing-masing untuk berada di sana. Sebagian datang untuk merayakan sesuatu, sebagian untuk melupakan sesuatu, dan sebagian lainnya mungkin sudah tidak peduli lagi mengapa mereka datang. Aku termasuk yang terakhir. Aku duduk sendirian di depan segelas minuman berwarna cokelat tua, bukan karena haus, melainkan karena ada jenis kekosongan yang terkadang membutuhkan sesuatu untuk memenuhi tangan agar kepala tidak terlalu sibuk mengisinya dengan kenangan. Seorang pria kemudian duduk di sebelahku. Pakaiannya masih menyisakan kesan seorang pekerja kantoran yang baru saja keluar dari hari yang panjang. Ia memesan minuman dengan warna yang sama. Kebetulan kecil itu menjadi awal dari percakapan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Kami berbicara tentang hal-hal ringan, sampai akhirnya ia bercerita tentang pekerjaannya; tentang dunia yang dari luar terlihat pr...

Whiskey Tales : Gelas yang Sama

Bar itu tidak benar-benar sepi. Musik mengalun terlalu pelan, gelas sesekali beradu, dan manusia-manusia di dalamnya sibuk dengan alasan masing-masing untuk berada di sana. Sebagian datang untuk merayakan sesuatu, sebagian untuk melupakan sesuatu, dan sebagian lainnya mungkin sudah tidak peduli lagi mengapa mereka datang. Mungkin aku termasuk yang terakhir. Aku duduk sendiri di depan segelas minuman yang biasa ku pesan, bukan karena haus, melainkan karena ada jenis kekosongan yang terkadang membutuhkan sesuatu untuk memenuhi tangan agar kepala tidak terlalu sibuk mengisinya dengan kenangan. Seorang pria kemudian duduk di sebelahku. Pakaiannya masih menyisakan kesan seorang pekerja kantoran yang baru saja keluar dari hari yang panjang. Ia memesan minuman dengan warna yang sama. Kebetulan kecil itu menjadi awal dari percakapan yang seharusnya tidak pernah terjadi. Kami berbicara tentang hal-hal ringan, sampai akhirnya ia bercerita tentang pekerjaannya; tentang dunia yang dari luar terlih...

Trica : Segelas Rindu

Setelah segelas esok itu, Aku meninggalkanmu Bukan karena aku tak ingin tinggal Bukan pula karena rasa ini telah selesai Melainkan karena jarak meminta kita belajar saling merindukan Sebelum akhirnya dipertemukan Di setiap langkahku yang semakin menjauh, kakiku terasa semakin berat Seolah setiap derapnya membawa namamu ikut bersamaku Aku pergi tapi tidak benar-benar meninggalkanmu Sebab ternyata, cerita kita tidak selesai hanya karena jarak Barangkali jarak memang diciptakan bukan untuk memisahkan, melainkan untuk menguatkan Ia memberi kita ruang untuk menanam lebih banyak mimpi menyusun lebih banyak “nanti” dan menyimpan lebih banyak alasan untuk kembali Jarak juga mengajarkan satu hal sederhana “rindu” adalah cara lain untuk menjaga seseorang tetap dekat, meski tubuh tak lagi saling mndekap Dan aku masih percaya Janji kecil yang kita buat sejak awal jumpa Besok akan ada segelas selanjutnya Mungkin kali ini isinya bukan lagi sekadar minuman Melainkan air mata yang jatuh karena terlalu...

Trica : Segelas Esok

Aku bertemu denganmu di musim terburuk dalam hidupku Musim ketika aku sedang belajar menyembuhkan luka dengan tanganku sendiri, lalu kau datang barangkali juga sedang sibuk menjahit robekmu yang tak ku lihat Kau tidak datang membawa obat Tidak pula menjanjikan bahwa segala luka akan segera sembuh Kau datang membawa minuman favoritku Sesederhana itu Beragam rasa di setiap tegukan Pahitnya masa lalu dan manisnya hari ini di antara hari hariku yang muram, candaan yang seharusnya ringan, namun entah mengapa membuatku ingin mendengarnya lagi esok hari Pagi yang dahulu dingin Siang yang terasa membosankan Malam yang selalu sepi, tiba-tiba memiliki api Sebab kau datang lagi Kali ini dengan segelas minuman favoritmu, yang di dalamnya tersimpan luka dan air mata dari perjalananmu Aku mencicipinya perlahan, dan baru kusadari barangkali bukan minuman itu yang membuatnya terasa nikmat Melainkan karena aku meminumnya sambil memandang wajahmu yang perlahan mulai memikat Sambil mendengar celotehmu ya...