Sembilan Belas : Pendusta
Saat ini, apakah aku?
Yang menjadi detik saat sepimu
Ataukah aku?
Yang benar-benar inginmu
Sebab tidak ada ruang saat itu
Saat bangku masih berupa kayu
Dalam hitam yang sayu
Juga sosok yang pemalu
Aku tidak pernah marah lagi
Pun saat aku tidak dihargai
Tanyakan pada semuanya
Apakah benar itu adanya
Titik kita sama, tiada suka
Lain, menjadi seorang pembenci dusta
Tiada yang lebih indah
Dari hati yang terbuka