Posts

Showing posts from April, 2026

Sembilan Belas : Itu Dia

Aku harap aku tidak memulai Agar kamu tidak salah menerka Sebab aku tidak pandai berpura-pura Sandiwara adalah neraka Memang, aku tidak setinggi itu Aku anggap rendah karena nyata Bukan karena apa-apa Akupun tak tahu kenapa Mungkin aku merasa sepi Dan menemukan telinga yang mendengar Begitu juga dirimu, menepi Dipinggir jalan, di tempatku terdampar Bangun, ini sudah pagi Aku lelah menimbang skenario Mata terpejam lama Namun otak enggan beristirahat Jadi sudah, pergi dari kepala ini Kamu indah, cuman sangat mengganggu Aku tidak suka bunga, apapun itu Tetapi aku menyukaimu

Sembilan Belas : Pendusta

Saat ini, apakah aku? Yang menjadi detik saat sepimu Ataukah aku? Yang benar-benar inginmu Sebab tidak ada ruang saat itu Saat bangku masih berupa kayu Dalam hitam yang sayu Juga sosok yang pemalu Aku tidak pernah marah lagi Pun saat aku tidak dihargai Tanyakan pada semuanya Apakah benar itu adanya Titik kita sama, tiada suka Lain, menjadi seorang pembenci dusta Tiada yang lebih indah Dari hati yang terbuka

Sembilan Belas : Terduga

Dalam sunyi tergambar garis Di atas lembar yang telah lama kutulis Ternyata ada diam yang tidak bisa dibaca Menjadi rasa yang tak pernah ada Apa yang membesar padamu? Tak nampak di kelopak mataku Kemarin aku menatap tajam matamu Namun sekarang turun ke bawah bibirmu Aku takut, aku gelisah Saat turun lebih jauh ke dalam hatimu Seperti nya aku tidak mampu Pikiran ini menjadi belenggu Tidak dengan malam yang redup Ketika kios dijalan sudah tutup Masih juga searah Namun jauh melangkah Aku takut, aku gelisah Tentang apa yang dikabarkan waktu Ritme nya begitu cepat Terasa melawan hukum alam