Empat Musim : Semi

Musim jagal datang membawa angkara
Gagak mematuk mata para pujangga
Sungai nanah mengalir ke rongga
Dihisap iblis pada akhirnya

​Langit semu memuntahkan jelaga
Kilat merobek perut buana
Api melahap sisa-sisa raga
Guntur berdentum penuh hina

​Saat bantai usai dan udara amis
Hening kembali mencekam bengis
Padang mayat membusuk sadis
Luka menganga di tanah krimis

​Janin merebah di tumpukan bangkai
Dedaunan berdesis kabar celaka
Anjing hutan mengunyah untai
Dalam maut yang kian terbuka

​Raung sangkakala membelah lembah
Iblis dan pendosa menari durjana
Langkah terseret di darah merah
Menyambut musim penuh bencana

​Kemegahan ini adalah fatamorgana
Alam mengerang dalam siksa
Musim semi datang membawa fana
Membasuh bumi dengan paksa