Empat Musim : Kemarau
Surya menyalak di atas cakrawala
Membakar jubah sutra sang pandita
Keringat darah membasuh nista
Dendam membara di dalam kepala
Pemenggalan kini menjadi sebuah ibadah
Menunggu leher di ambang belati
Gema ayat berganti suara marah
Menjemput ajal yang kian mendekati
Lidah sang suci akan segera tercabut
Nyawanya hanyut di tengah kemelut
Tiada ampun bagi sang penipu buana
Hanya ada siksa dan luka fana
Bilah baja haus akan daging pendusta
Mengincar kerongkongan penuh rekayasa
Darah mengucur dalam tarian pesta
Melenyapkan jejak kudus yang tersisa
Angin utara membawa bau bangkai
Menyeret raga ke liang penantian
Seluruh janji suci kini telah usai
Terbungkus dalam sunyi kematian
Malaikat maut tertawa melihat siksa
Membiarkan bangkai membusuk terlunta
Musim panas berakhir penuh angkara
Melahap doa menjadi abu neraka