Nubuat : Persemayaman
Melebam lalu tertusuk
Buram mulai menyelimuti khatulistiwa
Menyekap lahan pembantaian yang tersayat nestapa
Dikelilingi pedang berkarat dan perisai berlumur tanah
Diabadikan dalam darah dan nanah yang membeku
Hujan turun tiada henti
Mencekik padang mayat yang tak terbilang jumlahnya
Tergeletak, membusuk dan membeku dalam derita
Sebuah bawana lahir kembali tapa terduga
Dari janin yang telah diaborsi
Dibaptis dan ditulis ulang dengan ketentuan baru
Dialah, sang pembawa titah malapetaka
Dingin dan abadi telah terjaga dari tidur yang lama
Hadirlkanlah kesudahan untuk darah yang mengalir
Wahai pembunuh ilahi
Bayu mendingin menusuk hingga akar kehidupan sejati
Meracuni semua yang menentang; mereka akan tumbang dengan mulut yang berbusa
Kala telah tiba untuk pergulatan ini untuk terhenti mutlak
Hanya seruan hangat dari kemusnahan
Yang merayu untuk bergerak ke barat
Sebuah keselarasan yang terkoyak
Oleh pemusnahan masal yang agung
Jiwa khianat dan hina akan terlepas dari daging fana nya
Saksikanlah semabahan mu dipermalukan
Kiamat yang telah terjamin dimulai tanpa pengumuman
Dingin pungkasan dan kabut tebal telah hadir
Ciumlah bau busuk maut yang melayang di udara
Dengarkan malapetaka sunyi yang tertanam
Pada raga mu yang moral nya terkoyak
Terus mencakar gundukan tanah bak binatang
Inilah pusara abadi yang menantimu
Ajal terbungkus oleh tata krama yang kolot
Sinar mentari tertutup oleh abu kremasi
Zaman baru akan menyudahi segala kesengsaraan
Kelima semabahan tergeletak terbabat
Turun takhta dan tersungkur hina
Dingin merebut tulang belulang mereka dari tempat nya
Bersama raga dan jiwa yang terenggut paksa
Anjing-anjing terkutuk menjatuhkan kekafiran manusia
Sebuah perang abadi merusak cahaya suci
Yang didasari lahan tak bertuan dan ajaran agama
Menjadi sebuah kesengsaraan yang tak berujung
Menciptakan yatim dan piatu yang lapar
Masuklah kedalam malam yang merenggut nyawa nya