Nubuat : Kelahiran Ratapan Dendam
Terbidai dari darah, disapih oleh iblis kehancuran
Bunda asura ku, penengkar kesukaran dan nyeri
Sebuah nujuman laknat telah dirajut
Oleh jemari takdir yang takzim
Surya akan dilumat nirwana
Pemuka agama dan tabib akan termutilasi
Para kafir akan menuai bersama nisbi nya
Mereka akan menenggak penderitaan yang sejati
Namun kini, siksaan turun ke bumi
Rantai tempaan Tuhan memasung tubuhku
Menzinai setiap intim yang kumiliki
Akhir dari waktu berada di ambang mata; saksikan sembahan-sembahan mu berlari terbirit-birit
Baja dingin telah menyumpal
Nasib telah meninggalkan yang bernafas
Terbelenggu tetapi aku tidak akan membusuk
Pemutus belenggu telah dinafkahi oleh iblis
Tengoklah ulah yang telah mereka toreh
Tengoklah kebejatan yang mereka banggakan
Kemunafikan, kedengkian, pengkhianatan
Pengecut itu akan remuk dalam rahangku
Saat diriku mulai bergerilia untuk mencabik
Rumah ibadah akan menjadi sunyi
Dimana singgasana Tuhan mu berada sekarang?
Pelanggar sumpah, pencoreng norma, liar lah
Mulai-lah perburuan mu, jadilah satwa yang bengis
Dari ufuk timur sampai ke barat
Lahir-lah dari jeritan yang lemah
Dari gelap yang menjadi tersepelekan; terlantar, dikhianati tanpa alasan
Cahaya akan diredam
Pemimpin akam berendam dilarutan asam
Yang sisa nya akan menjadi sungai untuk diminum
Mereka akan berada dipijakanku
Mengemis setetes keringat untuk dahaga