Imperium
Kamu memintaku untuk menulis lagi sesuatu tentang mu maka ini jawaban nya.
Seperti yang kamu ketahui, aku lelaki yang penuh luka, aku orang yang selalu tertinggal dan ditinggal oleh siapapun dan apapun. Banyak orang yang telah kupercaya sepenuh nya seketika berubah sebagaimana mesti nya, aku sadar bahwa itu adalah sifat alami manusia yang sering berubah di kondisi tertentu untuk beradaptasi. Jika memang seperti itu terlihat nya maka pahamilah, jika memang tidak yasudah. Banyak orang yang tau bagaimana pedih nya di injak, di khianati dan tidak di hargai, banyak orang yang iba namun tidak banyak yang mengerti, sebab untuk mengerti sebuah hal kita harus mengalami nya terlebih dahulu, ini sudut pandangku tentang hidup yang ku jalani, sedikit pahit sedikit manis, mudah di ucap sabar dan mudah di lafal istighfar, solusi menjadi hal emas yang ku ingin.
Aku selalu suka membuat orang lain senang dan tertawa, aku senang ketika diminta tolong dan aku senang menjadi tempat untuk bercerita, sampai akhir nya tidak lagi. Demikian berlanjut terhadap mu, setiap hal untuk mu dari ku tidak akan pernah ada kata akhir, bagiku kamu bukan sembarang orang, kamu spesial. Namun tidak jarang aku merasa tidak dihargai, di anggap kurang dan di anggap tidak pengertian, disitulah kesabaran ku di uji, seberapa besar cinta ku padamu dipertanyakan, seberapa tangguh diriku untuk menahan nya, sering aku marah dan tak jarang juga aku diam. Cinta tidak terlepas dari kesabaran yang hebat, cinta bernafas di dalam hembusan atau helaan nafas.
Yang ku rasa, seberapa hebat dan keras aku mencoba nyata nya tidak akan pernah memuaskan mu, aku jauh dibawah tingkat mu, aku cuma mahasiswa sastra inggris, kamu yang menegaskan. Aku bisa mencoba apapun untuk mu, aku bisa membalik keadaan namun aku tidak bisa memaksa kehendak. Aku manusia biasa, entah sehebat apapun yang kamu harapkan aku juga masih memiliki batas kemampuan. Kini aku mempunyai tanggung jawab yang cukup mebuatku letih, sedih nya aku ketika kamu tidak bisa memahami bahwa kadang aku letih bekerja bukan soal waktu kerja, aku letih tidak dihargai dan tidak didengar disana, sesampai aku dirumah aku hanya ingin istirahat dengan tenang karena aku tidak mau diriku menyimpan kejahatan lagi.
Tetapi apa yang kamu minta, tidak bisa ku paksakan dan kadang kamu tidak mengerti sampai kamu menganggap itu sebuah keterbatasan ku, mungkin kamu pernah tidak dihargai sebelum nya oleh siapapun tetapi untuk berada di posisiku saat ini aku jamin kamu belum pernah merasakan nya dan kamu tidak akan tahu seberapa hebat tekanan batin yang ku pijak saat aku harus berhadapan dengan orang orang itu.
Akupun manusia, aku punya banyak sekali keterbatasan, sama seperti mu juga. Kamu bilang hubungan ini sudah tidak baik, menurutku karena kamu selalu menekan keterbatasan yang tidak bisa ku usahakan, ada banyak hal yang berada di luar kehendak ku. Apapun yang kamu inginkan akan ku beri jika hal itu ada di dalam kehendak ku, namun tolong jangan sebut aku kurang ketika keinginan mu melampaui batas ku. Ku akui dulu memang aku setega itu, namun jika dibandingkan coba kamu fikirkan sakit nya kata kata mu sekarang dibanding apa yang aku ucap dahulu.
Ketika kamu sadar bahwa hubungan kita sedang tidak baik namun kamu tidak merubah apapun, aku harus apa? Apa aku harus menerima mu begitu saja? Sedangkan aku yang harus berubah lagi? Seperti apa lagi? Kamu selalu pasrah dengan sifat buruk mu, kamu bangga dan percaya diri bahwa siapapun yang berada didekat mu harus menerima dirimu apa ada nya, bagaimana dengan aku?
Entah dengan minta maaf sambil sujud dikaki mu seperti nya pun tidak akan membuat mu memaafkan kesalahan ku, sebagaimana aku diam dan mengubur semua kurang mu di hadapan ku.
Memang aku sejahat itu dahulu dan mungkin sampai sekarang, namun ketika seribu maafku tidak berarti.
Cobalah berfikir ketika aku berhenti memegang erat tangan mu, ketika aku menghindari pertemuan, ketika aku tidak bertanya, ketika aku tidak lagi menelfon mu, ketika aku tidak lagi menunggu di depan pagat mu, ketika aku berhenti memberimu saran, ketika aku tidak mendengarkan mu bercerita, ketika aku tiba tiba menghilang dan berfikirlah bagaimana jika aku tidak akan pernah kembali lagi.
Hidup selalu terbatas, jika bersama mu harus tanpa batas, aku akan selalu kurang dan tak akan pernah cukup.