Diam
Ada yang salah diantara kita, di dalam diriku yang begitu sunyi dan sangat dingin saat ini.
Tidak bisa kututupi rasa yang mengganggu, aku memang pandai untuk tersenyum tetapi aku sangat bodoh untuk menyembunyikan perasaan tentang apa yang sebenar nya sedang terjadi.
Iya, aku hanya diam.
Aku memilih diam karena telah ku rasa kalau seribu kata ku mampu di jungkir balikan oleh mu, begitu mudah seakan-akan bukan aku yang sedang berkeluh kesah.
Memang satu bongkah berlian tidak akan terasa cukup jika hal yang kita damba adalah seisi dunia, manusia tidak akan pernah habis.
Satu usaha berawal dari tekad dan mimpi, terealisasi oleh keringat dan urat yang menguat. Daya tak mampu ketika satu usaha tertutupi oleh satu keinginan, aku sudah setengah jalan.
Ada yang salah diantara kita, di dalam diriku yang sedikit tidak tahu, di dalam ideologi apatis yang menguasai diriku, semakin menguat seribu kali lebih kuat.
Di saat tanggapan ku diacuhkan.
Di saat keluhan ku disesalkan.
Di saat semua terasa hambar.
Namun aku memilih diam.
Iya, aku memilih diam.
Dan menikmati diam yang begitu mencekam.