Akhir November
Di dalam dinding yang ku sandari waktu itu, tersimpan banyak memori sunyi yang bisu ketika ku tanya, tak sepatah katapun terucap untuk sekedar mengingatkan betapa beruntung nya aku. Di dalam situ juga tersimpan potret ekspresiku ketika aku merasakan cinta pertama ku, namun itu hanya sebuah potret tak berwujud.
Udara memuai hari ini, sehabis hujan turun menghantar petrikor. Seraya kenangan yang timbul tentang betapa lugu nya kita dahulu, mencintai satu sama lain tanpa harus ada yang di keluhkan. Sesederhana tatapan itu yang mebuat kita berdua bersatu. Dari aku yang ambigu, kepada mu yang sangat lucu.
Berjuta kata tersirat dari mulut mereka, dari yang terjauh sampai yang terdekat, kita adalah orang bodoh yang terjebak dalam cinta. Jika harus di tafsir, memang begitu rumit karena sejati nya tidak ada seorangpun yang bisa menelaah apa arti cinta. Yang jelas, cinta membuat kita menyelam terlalu dalam dan cinta membuat kita kuat untuk berjalan di atas api. Terdengar seperti bunuh diri, menurut ku cinta adalah cara manusia untuk saling mengingati bahwa kita adalah makhluk yang rapuh.
Sekarang tentang aku, yang dahulu menjadi penghantar tidur mu. Aku mengagumi mu dalam diam, di antara ocehan nyaring yang menimbulkan bising. Di balik tatapan yang langsung menuju ke arah mata mu, aku menyimpan banyak kepedulian yang tak bisa tersirat dan cinta yang terhambat. Perkara kita sama sama buta dan takut akan gelap yang mungkin datang, aku dan kamu sama sama takut melangkah maju. Yang menjadi hasrat dalam sebuah renjana, elok nya jari lentik mu, aku ingin memeluk mu tanpa berkata sepatah kata pun, hanya untuk memastikan setidak nya kamu tidak terus menerus harus menerima duri. Kamupun berhak atas kehangatan dan kasih sayang, tetapi aku, aku bukan siapa siapa.
Jika tidak mabuk, aku mungkin tidak akan berkata bahwa sebenar nya aku sering menulis tentang dirimu. Aku muak akan rasa sakit yang kamu derita tetapi aku tidak punya kehendak untuk melarang mu, jika memang semua nya terasa begitu pedih dan kamu merasa seolah dunia menginjak dirimu, percayalah pada saat itu bahwa aku orang yang akan tersenyum melihat mu, aku tidak akan menambah kesedihan mu dengan simpati. Aku akan menjadi pijakan yang rela membantu mu memanjat satu tingkat lebih tinggi, karena setiap orang berhak untuk di cintai.
Ketabahan kita di uji lewat rasa yang tak berbalas, lewat kepedulian yang di acuhkan dan pujian yang di sepelekan. Namun hidup tak selama nya tentang kebahagiaan, kadang kita harus tersungkur dan terjatuh terlebih dahulu agar kita dewasa. Aku anggap hal yang kamu alami saat ini adalah proses hidup mendewasakan mu dari rasa sakit, jangan begitu percaya diri akan kekuatan dirimu, kamu punya harga diri yang patut di junjung.
Ada lebih banyak orang yang dapat menghargai maaf mu, banyak orang yang rela berkelahi hanya untuk melihat mu tersenyum. Kamu hanya tau sebagian kecil dari cerita ku tentang bagaimana aku bertahan saat itu, biar nanti waktu membuka segala cerita yang kamu harapkan.
Untuk menetapkan waktu, kamu butuh istirahat.
Karena untuk menjalani hidup sungguh melelahkan.
Biar nanti ada orang yang datang, yang mampu menopang segala tangis mu, yang mampu memelukmu erat, yang mampu berjuang untuk mendapatkan senyum mu, yang mampu membuat mu tertawa, yang mampu membuat mu bahagia, yang mampu membuat mu nyaman, yang mampu menghargai dirimu, yang mampu mebuat mu lupa tentang dirinya.
Aku hanya sekeping kenangan dari masa lalu mu, aku bukan orang baik yang bisa menuntun mu, bukan pula orang bijak yang mampu menebus segala kesalahan mu.
Namun aku.
Bisa menjadi orang yang mampu menghargai mu
Dari segala macam aspek yang timbul dari dirimu
Aku mencintai mu
Namun cinta ku terhambat
Entah oleh apapun itu
Karena cinta itu buta