Abstrak
Dengan aku, siapa yang berbicara dan siapa yang mendengarkan, aku menciptakan harmonisasi dalam diriku sendiri, hingga ku dapat simbiosis yang menguntungkan kedua belah pihak, dari jiwa dan raga ku, ketika di tanya langsung menjawab, dari sekian juta monolog tanpa ekspresi yang telah di lantunkan, rasa nya kuping ini tak panas untuk mendengar nya. Aku bisa melihat diriku teriak tanpa bersuara di balik mata ku, saat semua menjadi gelap dan saat harapan mulai tertutup oleh awan yang bergandengan dengan gemuruh petir, entah bagaimana rasa nya tetapi yang jelas aku hanya ingin sendiri secara tidak langsung. Bila semua beban terasa begitu berat, aku hanya butuh orang di samping ku yang duduk terdiam tanpa bicara apa apa, namun aku bercerita pada nya dalam hati seperti telepati, namun dia tak mampu menangkap nya, karna tugas nya hanya duduk dan diam, seperti itulah yang di namakan sendiri secara tidak langsung. Ambisi akan ketenaran yang membabi buta, mencari jalan baru yang jarang di lal...